Bosan. Ketika
semua hanya berfikir praktis. Mendapatkan semua dalam waktu yang singkat. Itulah
lingkungan hidupku. Lingkungan yang pragmatis, membuat dirikupun menjadi
seorang yang pragmatis, selalu berfikir praktis. Aku tahu dan aku sadar bahwa
tidak ada yang instan di dunia ini. Semua pasti butuh proses untuk mencapai apa
yang diinginkan. Namun lingkungan ini membuatku sulit ‘tuk berfikir dan
bergerak demikian. Bosan. Sungguh aku bosan menjadi seorang yang dilematis
dengan diri sendiri.
Lingkungan yang
kudambakan adalah lingkungan yang keras, yang mampu membentuk diriku menjadi
keras, kuat dan tahan banting. Ya seperti itu yang kuinginkan, namun jalan ini
(entah dikatakan aku memilihnya atau tidak atau dipilihkan) membawaku menuju
lingkungan yang pragmatis, kurang dari kesan keras dan tekanan. Membuat diriku
sukses menjadi sosok pragmatis yang hanya menginginkan semua serba tersedia dan
instan. Sosok yang ibarat seonggok daging yang berjalan. Tidak memiliki ruh dan
semangat. Tidak memiliki spirit dalam hidupnya. Aku tau memang seharusnya aku
tidak mengikuti arus yang ada tapi bisa berkata apa, sudah terlanjur. Sudah terlanjur
aku menjadi sosok yang hopeless tersebut. Untuk mengubahnya menjadi sosok yang
lain tentu butuh perjuangan. Dan yang namanya sosok pragmatis itu tak akan
betah dengan sebuah perjuangan dan pengorbanan.
Aku sendiri
sadar, selama ini aku belum benar-benar mengerti arti dari sebuah pengorbanan
dan perjuangan. Hidupku sudah terlanjur ditentukan dan dipilihkan. Aku hanya
berjalan mengikuti pilihan itu tanpa memberontak. Aku memang melangkah namun
hatiku dan perasaanku menolak. Namun tetap saja hati dan perasaan itu tidak
mampu menyeret langkahku tuk berbalik arah melawan arus tersebut. Ahhh… Rasanya
sesak dan sungguh tidak nyaman berada di jalan yang tidak kau pilih sendiri. Hingga
kinipun aku belum bisa menerima sepenuhnya hidupku ini. Entah sampai kapan,
akupun tidak tau.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar