Rabu, 26 Februari 2014

The Other I Really Want too


Pagi ini aku terbangun. Rasanya agak berbeda dari biasanya. Baru ingat, tadi aku terbangun dengan mimpi yang berbeda dari biasanya (kurasa). Mimipi dengan tema “WISUDA”. Hatiku resah. Pikiranku gelisah. Dalam mimpi aku melihat orang lain diwisuda. Rasanya ingin sekali bisa seperti itu. Jarang-jarang aku mau nulis seperti ini. Dan cerita banyak. Dalam mimpi itu ada teman-temanku dan kakakku. Ohh.. aku ingin sekali widusa. Hingga aku bermimpi seperi itu. Padahal sebelum tidur aku sedang memikirkan Kuroko (tokoh anime dalam anime Kuroko no basuke), sama seperti malam-malam yang lalu. Tapi kenapa saat  terbangun aku malah bermimpi tentang wisuda.
Yah, dan sejujurnya dan hati yang terdalam aku ingin sekali LULUS dan WISUDA.

Ahhh.. pasti rasanya lega sekali. Hanya saja masalahnya, tiap akan mengerjakan program aplikasi untuk KP (Kerja Praktek) selalu mentok dan akhirnya kutinggal pergi, entah tidur atau nonton, parah kan?! Padahal aku udah seringkali nonton Kurokochii, selalu terbayang di manapun aku berada. Semangat Kuroko, ketajaman analisanya, sifatnya yang tidak pernah mudah menyerah hingga akhir, hingga tujuannya tercapai. Aku ingin sekali seperti dia, membayangkan diriku seperti Kuroko. Tapi chotto.. selama ini aku membayangkan haya pada pengalaman pahit Kuroko, ditinggal teman yang dulunya dekat dan percaya pada kita. Hanya bagian itu yang kusamakan diriku dengan dirinya. Yaahh aku harus mengubah cara pikirku. Selama ini aku hanya berharap enaknya saja. Berharap aku bisa berhasil seperti Kuroko, tapi tidak melihat perjuangannya. Berharap seperti Kagami (teman dekat Kuroko) yang berlatih dengan agak mudah (karena bakatnya) dan kise (teman setim basket Kuroko saat SMP) yang memiliki bakat alami “Perfect Copy”. Yahh.. aku telah salah. Salah dalam memandang Kuroko. Harusnya aku memandang dari sisi yang benar, yaitu Kuroko tidak pernah mudah menyerah hingga akhir, hingga tujuannya tercapai. Yang harusnya aku lihat dan contoh adalah perjuangannnya Kuroko, latihannya yang tidak habis-habis dan sangan keras. Dia jarang tidur, yang dilakukannya adalah latihan dan latihan. Dia latihan sangat lama dan giat hingga akhirnya mampu memiliki satu keahlian yang diasah dari latihan yang terus-menerus tanpa henti. Inilah yang harusnya kucontoh.


“TIDAK MUDAH MENYERAH DAN TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH HINGGA AKHIR DAN TUJUANNYA TERCAPAI, LATIHAN TERUS MENERUS TANPA KENAL LELAH.”



Tidak ada komentar:

Posting Komentar