Bosan. Sepi.
Sunyi. Begitu sepi ditengah hiruk pikuk kota Jogja ini. Suara kendaraan,
manusia-manusia berbicara. Bising. Tapi mengapa hatiku begitu sunyi? Begitu sepi.
Tidak ada yang begitu menarik. Hampir semuanya membosankan kurasa. Aku tidak
tau apa ini. Akupun tidak tau apa yang mesti kulakukan. Apa yang kusukai, apa
yang kuminati. Aku masih belum benar-benar mengetahuinya. Semua masih redup,
seredup cahaya hidupku. Ahh.. akupun bahkan belum mengenal benar siapa diriku. Aku
masih mencarinya hingga kini. Aku terus mencari sosok seperti apa yang
kuinginkan. Namun ketika aku telah menemukannya aku masih berfikir apakah aku
bisa seperti itu. Apakah aku sanggup menjadi sosok itu. Aku suka menjadi sosok
itu, namun di sisi lain aku kadang merasa kurang nyaman dengan sosok itu.
Dingin,
tertutup, tidak banyak bicara, tegas, keras, disiplin, cuek, tidak memikirkan
hal-hal kecil dan memiliki kecakapan di atas rata-rata namun dari semuanya itu
tersimpan rasa cinta yang sangat besar pada orang-orang yang dicintainya. Aku tidak
peduli itu sosok yang dianggap orang sebagai sosok yang baik atau tidak, namun
seperti itulah sosok yang kuimpikan. Hanya saja masih banyak hal yang kurang
dalam diriku untuk bermetemorfosa menjadi sosok itu. Ada yang berkata bahwa
kita lebih baik menjadi diri sendiri. Aku tau itu, namun bagiku berubah menjadi
sosok yang diimpikan itu adalah wujud dari diri itu sendiri. Tidak ada yang
salah dengan itu karena sesungguhnya kita sedang membentuk diri kita sendiri. Yang
terpenting adalah kita tidak bertentanngan dengan nurani sendiri. Jika kita
menginginkan berubah menjadi seperti sosok orang lain, why not? Nothing’s wrong with that. Karena kita tetap menjadi diri
kita, yang mungkin saja memang mirip dengan sosok orang lain itu. Kalau kita
memang mampu, itu sah-sah saja kan?!
Namun yang
jadi masalahnya kini adalah proses membentuk diriku itu. Proses Ini sungguh
menyakitkan. Aku tau sosok itupun berhasil menjadi seperti itu dengan jalan yang
tidak mudah juga, namun kenapa begitu berat dan sulit sekali rasanya. Ingin diri
ini menyerah namun apa yang akan terjadi bila aku menyerah? Aku takut aku tidak
memiliki kesempatan lagi membentuk diriku ini. Aku takut. Namun terkadang
ketakutanku kalah oleh rasa malas dalam diriku. Ketidakberdayaan menguasai dan
mengendalikan diri membuatku muak dengan diriku sendiri yang saat ini. Ingin sekali
rasanya segera berubah menjadi sosok itu namun itu tidak mungkin karena aku
memang harus melalui sebuah proses ini. Aku sadar memang tidak ada tujuan yang
tidak memiliki proses tapi bagaimana caranya agar proses ini bisa berjalan
lebih cepat dari biasanya? Ohh sungguh aku ingin. Ingin sekali. Tolonglah ya
Allah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar