Kamis, 27 Februari 2014

Sosok itu


Bosan. Sepi. Sunyi. Begitu sepi ditengah hiruk pikuk kota Jogja ini. Suara kendaraan, manusia-manusia berbicara. Bising. Tapi mengapa hatiku begitu sunyi? Begitu sepi. Tidak ada yang begitu menarik. Hampir semuanya membosankan kurasa. Aku tidak tau apa ini. Akupun tidak tau apa yang mesti kulakukan. Apa yang kusukai, apa yang kuminati. Aku masih belum benar-benar mengetahuinya. Semua masih redup, seredup cahaya hidupku. Ahh.. akupun bahkan belum mengenal benar siapa diriku. Aku masih mencarinya hingga kini. Aku terus mencari sosok seperti apa yang kuinginkan. Namun ketika aku telah menemukannya aku masih berfikir apakah aku bisa seperti itu. Apakah aku sanggup menjadi sosok itu. Aku suka menjadi sosok itu, namun di sisi lain aku kadang merasa kurang nyaman dengan sosok itu.

Dingin, tertutup, tidak banyak bicara, tegas, keras, disiplin, cuek, tidak memikirkan hal-hal kecil dan memiliki kecakapan di atas rata-rata namun dari semuanya itu tersimpan rasa cinta yang sangat besar pada orang-orang yang dicintainya. Aku tidak peduli itu sosok yang dianggap orang sebagai sosok yang baik atau tidak, namun seperti itulah sosok yang kuimpikan. Hanya saja masih banyak hal yang kurang dalam diriku untuk bermetemorfosa menjadi sosok itu. Ada yang berkata bahwa kita lebih baik menjadi diri sendiri. Aku tau itu, namun bagiku berubah menjadi sosok yang diimpikan itu adalah wujud dari diri itu sendiri. Tidak ada yang salah dengan itu karena sesungguhnya kita sedang membentuk diri kita sendiri. Yang terpenting adalah kita tidak bertentanngan dengan nurani sendiri. Jika kita menginginkan berubah menjadi seperti sosok orang lain, why not? Nothing’s wrong with that. Karena kita tetap menjadi diri kita, yang mungkin saja memang mirip dengan sosok orang lain itu. Kalau kita memang mampu, itu sah-sah saja kan?! 


Namun yang jadi masalahnya kini adalah proses membentuk diriku itu. Proses Ini sungguh menyakitkan. Aku tau sosok itupun berhasil menjadi seperti itu dengan jalan yang tidak mudah juga, namun kenapa begitu berat dan sulit sekali rasanya. Ingin diri ini menyerah namun apa yang akan terjadi bila aku menyerah? Aku takut aku tidak memiliki kesempatan lagi membentuk diriku ini. Aku takut. Namun terkadang ketakutanku kalah oleh rasa malas dalam diriku. Ketidakberdayaan menguasai dan mengendalikan diri membuatku muak dengan diriku sendiri yang saat ini. Ingin sekali rasanya segera berubah menjadi sosok itu namun itu tidak mungkin karena aku memang harus melalui sebuah proses ini. Aku sadar memang tidak ada tujuan yang tidak memiliki proses tapi bagaimana caranya agar proses ini bisa berjalan lebih cepat dari biasanya? Ohh sungguh aku ingin. Ingin sekali. Tolonglah ya Allah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar